Sofa adalah lebih dari sekadar furnitur. Ia adalah “raja” di ruang tamu, pusat dari segala aktivitas—mulai dari menonton film bersama keluarga, menjamu teman, hingga menjadi tempat ternyaman untuk melepas lelah. Karena perannya yang begitu sentral dan harganya yang tidak murah, memilih sofa dan kursi adalah sebuah investasi jangka panjang.
Namun, justru karena ini adalah keputusan besar, banyak orang seringkali melakukan kesalahan saat membelinya. Terpukau oleh tampilan di showroom yang luas atau tergiur oleh diskon besar, kita bisa saja membawa pulang “masalah” yang baru akan terasa setelah beberapa bulan pemakaian.
Agar investasi Anda berbuah kenyamanan, bukan penyesalan, kenali dan hindari 7 kesalahan paling umum yang sering terjadi saat membeli sofa dan kursi berikut ini.
1. Kesalahan Ukuran: Mengabaikan Skala Ruangan
Ini adalah kesalahan paling klasik dan paling fatal.
- Kesalahan: Anda jatuh cinta pada sofa tiga-seater yang besar dan empuk di toko, lalu membelinya untuk ruang tamu di rumah mungil Anda. Akibatnya, sofa tersebut “memakan” seluruh ruangan, membuat area terasa sempit dan sulit untuk bergerak.
- Solusi Cerdas: Ukur, ukur, dan ukur! Sebelum berangkat ke toko, ukur dengan pasti area di mana Anda akan meletakkan sofa. Gunakan selotip kertas di lantai untuk membuat denah seukuran sofa incaran Anda. Cara ini akan memberikan gambaran visual yang nyata tentang seberapa banyak ruang yang akan terpakai.
2. Kesalahan Prioritas: Tampilan di Atas Kenyamanan
Di era media sosial, banyak sofa dengan desain minimalis yang sangat fotogenik. Namun, belum tentu nyaman diduduki.
- Kesalahan: Anda membeli sofa hanya karena modelnya sedang tren atau warnanya sangat estetis, tanpa benar-benar mencobanya.
- Solusi Cerdas: Lakukan “test drive”. Duduklah di sofa incaran Anda di toko selama beberapa menit. Rasakan kedalaman dudukannya (apakah kaki Anda menggantung?), ketinggian sandarannya, dan kenyamanan busanya. Ingat, Anda akan menduduki sofa ini setiap hari, bukan hanya memfotonya sekali.
3. Kesalahan Struktural: Tidak Memeriksa Kualitas Rangka
Tampilan luar bisa menipu. Kualitas sejati sebuah sofa terletak pada “tulang”-nya, yaitu rangka.
- Kesalahan: Anda tergiur harga murah tanpa bertanya atau memeriksa material rangka sofa tersebut.
- Solusi Cerdas: Tanyakan pada penjual. Rangka sofa yang baik terbuat dari kayu solid (seperti jati, mahoni, atau meranti) atau metal yang kokoh. Hindari rangka yang terbuat dari particle board atau kayu lunak yang ringan. Coba angkat salah satu sudut sofa; sofa yang berkualitas seharusnya terasa berat dan solid.
Baca Juga:
Hal-Hal Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Tanah
4. Kesalahan Material: Memilih “Baju” yang Salah
Material pelapis (upholstery) adalah “baju” dari sofa Anda. Memilih bahan yang tidak sesuai dengan gaya hidup akan membuat Anda repot.
- Kesalahan: Memilih sofa kain berwarna putih cerah padahal Anda memiliki anak kecil atau hewan peliharaan.
- Solusi Cerdas: Sesuaikan material dengan kondisi keluarga Anda.
- Kain (Fabric): Nyaman dan banyak pilihan warna. Pilih jenis kain polyester atau kanvas yang lebih mudah dibersihkan.
- Kulit Asli (Genuine Leather): Sangat awet, mewah, dan mudah dibersihkan, namun harganya tinggi dan bisa terasa panas.
- Kulit Sintetis (Synthetic Leather): Alternatif yang lebih terjangkau dan perawatannya mudah, namun bisa pecah-pecah seiring waktu.
5. Kesalahan Gaya: Bertabrakan dengan Desain Ruangan
Sofa adalah jangkar dari desain interior Anda. Jika jangkarnya salah, seluruh “kapal” akan terlihat aneh.
- Kesalahan: Membeli sofa ukiran klasik untuk ruang tamu bergaya industrial yang penuh dengan elemen metal dan beton ekspos.
- Solusi Cerdas: Bawa foto ruang tamu Anda saat pergi ke toko. Identifikasi gaya ruangan Anda (apakah minimalis, skandinavia, industrial, atau lainnya?) dan carilah model sofa yang selaras dengan gaya tersebut.
6. Kesalahan Tren: Terlalu Mengikuti Musim
Sofa bukanlah fast fashion. Ia adalah perabotan yang akan Anda gunakan selama 5-10 tahun ke depan.
- Kesalahan: Membeli sofa dengan warna atau motif yang sangat spesifik dan sedang tren (misalnya, hijau botol atau motif macan tutul) yang mungkin akan Anda bosan dalam setahun.
- Solusi Cerdas: Pilihlah sofa dengan warna-warna netral yang abadi, seperti abu-abu, krem, biru dongker, atau cokelat. Anda selalu bisa menyuntikkan tren atau warna-warna cerah melalui elemen yang lebih murah dan mudah diganti, seperti sarung bantal atau selimut.
7. Kesalahan Logistik: Lupa Mengukur Akses Masuk
Ini adalah kesalahan tragis yang sering terjadi: sofa idaman sudah dibeli, tetapi tidak bisa masuk ke dalam rumah.
- Kesalahan: Anda tidak mengukur lebar pintu, lorong, atau kelokan tangga di rumah Anda.
- Solusi Cerdas: Sebelum membayar, ukur semua akses masuk. Bandingkan dengan dimensi sofa (terutama tinggi, lebar, dan diagonalnya). Pastikan sofa tersebut bisa melewati semua rintangan untuk sampai ke ruang tamu Anda.
Kesimpulan: Investasi untuk Kebahagiaan Jangka Panjang
Baca Juga:
10 Elemen Penting Desain Interior yang Bikin Rumah Lebih Estetik
Memilih sofa dan kursi adalah sebuah keputusan penting yang menyeimbangkan antara estetika, fungsi, kualitas, dan anggaran. Dengan melakukan sedikit riset dan menghindari tujuh kesalahan umum di atas, Anda akan jauh lebih siap untuk menemukan sofa yang sempurna. Sofa tersebut bukan hanya akan menjadi pengisi ruangan, tetapi juga pusat kebahagiaan dan kenyamanan di rumah Anda untuk bertahun-tahun yang akan datang.





