Menu

Mode Gelap

Tips Renovasi & Bangun Rumah · 5 Agu 2025 13:10 WIB

Kenali 5 Jenis Genting Rumah Paling Populer


					Kenali 5 Jenis Genting Rumah Paling Populer Perbesar

Banyak orang menyebut atap sebagai “mahkota” sebuah rumah. Tentu saja, sebutan ini tidak berlebihan. Sebab, atap adalah garda terdepan yang melindungi seluruh isi bangunan dan penghuninya dari terik matahari, derasnya hujan, dan kencangnya angin. Oleh karena itu, memilih material penutup atap atau genting merupakan sebuah keputusan fundamental yang akan memengaruhi durabilitas, estetika, dan kenyamanan hunian Anda untuk puluhan tahun ke depan.

Namun, saat Anda masuk ke toko bangunan, Anda mungkin akan sedikit kewalahan karena ada begitu banyak jenis genting di pasaran. pilihannya terbentang dari genting tanah liat yang klasik hingga genting metal yang modern, di mana masing-masing menawarkan karakteristik yang berbeda. Untuk itu, artikel ini akan mengupas tuntas 5 jenis genting yang paling populer di Indonesia agar Anda dapat membuat keputusan yang cerdas.

 

Mengapa Pemilihan Genting Begitu Krusial?

Sebelum kita membedah setiap jenisnya, pertama-tama mari kita pahami peran vital sebuah genting bagi rumah Anda.

  1. Pertama, sebagai Perlindungan Utama: Ini adalah fungsi dasarnya, yaitu mencegah air hujan masuk dan menahan panas matahari.
  2. Kedua, untuk urusan Estetika: Warna dan bentuk genting secara dramatis akan menentukan karakter dan gaya desain eksterior rumah Anda.
  3. Ketiga, menyangkut Kenyamanan: Material genting yang tepat dapat membuat suhu di dalam rumah lebih sejuk dan juga mampu meredam suara bising saat hujan.
  4. Terakhir, sebagai Investasi Jangka Panjang: Atap yang berkualitas adalah sebuah investasi. Memilih material yang awet tentunya akan menghindarkan Anda dari biaya perbaikan yang mahal di kemudian hari.

 

Mengenal 5 Jenis Genting Populer di Pasaran

 

Baiklah, sekarang mari kita kenali satu per satu para “pelindung” rumah ini.

1. Genting Tanah Liat

Inilah jenis genting paling tradisional dan ikonik di Indonesia. Produsen membuatnya dari tanah liat yang mereka cetak lalu mereka bakar pada suhu tinggi.

  • Kelebihan:
    • Sangat kuat dan tahan lama, bahkan usianya bisa mencapai lebih dari 50 tahun.
    • Merupakan insulator panas alami yang baik, sehingga membuat suhu rumah lebih sejuk.
  • Kekurangan:
    • Bobotnya berat, sehingga memerlukan struktur rangka atap yang sangat kuat.
    • Pori-porinya rentan ditumbuhi lumut jika tidak mendapat lapisan cat pelindung.

 

Baca Juga:
Cara Cerdas Menyusun Gallery Wall yang Rapi dan Enak Dipandang

2. Genting Beton

Selanjutnya, ada genting beton yang hadir sebagai alternatif modern. Pabrik membuatnya dari campuran semen, pasir, dan pigmen warna.

  • Kelebihan:
    • Sangat variatif, tersedia dalam model datar (flat) yang cocok untuk rumah modern atau desain minimalis.
    • Sama kuat dan awetnya dengan genting tanah liat.
  • Kekurangan:
    • Bobotnya sangat berat, bahkan bisa melebihi genting tanah liat.
    • Meskipun awet, dalam jangka waktu yang sangat lama warnanya tetap bisa memudar.

 

3. Genting Metal (Atap Baja Ringan)

Kemudian, ada genting metal yang menjadi primadona dalam beberapa tahun terakhir. Orang sering menyebutnya atap spandek atau baja ringan.

  • Kelebihan:
    • Bobotnya sangat ringan, sehingga secara signifikan mengurangi beban pada struktur.
    • Proses pemasangannya super cepat karena berbentuk lembaran panjang.
    • Sudah memiliki lapisan anti karat dan anti bocor.
  • Kekurangan:
    • Cenderung sangat berisik saat hujan deras.
    • Merupakan konduktor panas, artinya bisa membuat rumah lebih panas jika Anda tidak menambahkan insulasi.
    • Permukaannya rentan penyok jika terkena benturan keras.

 

4. Genting Keramik

Jika Anda mencari kemewahan, genting keramik bisa menjadi pilihan. Pada dasarnya, ini adalah genting tanah liat yang produsennya lapisi dengan glazur dan melalui proses pembakaran suhu tinggi.

  • Kelebihan:
    • Warnanya permanen dan tidak akan pernah pudar berkat lapisan glazur.
    • Tampilannya yang mengkilap memberikan kesan premium dan tahan terhadap lumut.
  • Kekurangan:
    • Harganya tergolong paling tinggi di antara jenis lainnya.
    • Sama seperti genting tanah liat, bobotnya berat dan menuntut rangka yang kuat.

 

5. Genting Aspal (Bitumen/Shingles)

Terakhir, ada pilihan unik yaitu genting aspal yang populer di luar negeri. Produsen membuat material ini dari lembaran bitumen (turunan aspal) yang kemudian mereka lapisi dengan butiran mineral.

  • Kelebihan:
    • Sangat fleksibel, sehingga bisa mengikuti bentuk atap yang rumit sekalipun.
    • Bobotnya cukup ringan dan mampu meredam suara hujan dengan sangat baik.
  • Kekurangan:
    • Usia pakainya lebih pendek dibanding genting beton atau keramik.
    • Proses pemasangannya memerlukan alas berupa papan multiplek sehingga biayanya lebih tinggi.

 

Pada Akhirnya, Bagaimana Anda Memilih yang Tepat?

Sebagai kesimpulan, Anda perlu menimbang pilihan berdasarkan beberapa faktor kunci.

Baca Juga:
Hal-Hal Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Tanah
  1. Pertama, Gaya Arsitektur: Pastikan Anda menyesuaikan bentuk dan warna genting dengan desain rumah.
  2. Kedua, Struktur Rangka Atap: Anda harus memastikan kontraktor merancang rangka atap agar mampu menahan beban genting pilihan Anda.
  3. Ketiga, Anggaran: Seimbangkan antara harga beli genting dengan kualitas dan biaya perawatannya di masa depan.
  4. Terakhir, Lingkungan: Pertimbangkan kondisi cuaca di lokasi Anda. Misalnya, untuk daerah dengan angin kencang, genting metal bisa menjadi pilihan yang lebih aman.

Singkatnya, ingatlah bahwa atap adalah investasi jangka panjang. Oleh karena itu, pilihlah dengan bijak untuk melindungi hunian dan keluarga Anda selama puluhan tahun mendatang.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Panduan Praktis Mengenal Merek dan Kualitas Semen di Pasaran

30 Agustus 2025 - 13:35 WIB

Renovasi Membengkak? Strategi Kontrol Anggaran yang Efektif

24 Agustus 2025 - 18:36 WIB

biaya-rumah

Trik Renovasi Rumah agar Cicak Tidak Betah Tinggal

19 Agustus 2025 - 09:10 WIB

5 Hal yang Harus Dihindari Agar Renovasi Tidak Menjadi Mimpi Buruk

16 Agustus 2025 - 17:25 WIB

Transformasi Kamar Tidur Hemat Biaya Dari Kusam Jadi Cozy

13 Agustus 2025 - 11:13 WIB

Tips Memilih Material Atap Berdasarkan Iklim dan Anggaran

11 Agustus 2025 - 09:36 WIB

Trending di Tips Renovasi & Bangun Rumah